Connect
To Top

Tiga Terdakwa Kasus Jual Beli Sisik Trenggiling Dituntut 1 Tahun Penjara

Tiga terdakwa kasus jual beli sisik trenggiling dituntut masing- masing 1 Tahun Penjara dan denda 2 Juta atau subside 2 Bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam agenda sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh

Ulumasen.com | Banda Aceh,- Tiga terdakwa kasus jual beli sisik trenggiling dituntut masing- masing 1 Tahun Penjara dan denda 2 Juta atau subside 2 Bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam agenda sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (11/12/2019).

Sidang pembacaan tuntutan terhadap tiga terdakwa kasus jual beli trenggiling diketuai Majelis Hakim Juandra SH didampingi dua hakim anggota Nanik SH dan Sadri SH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) maulidar S.HI, SH dan Fitriani SH digelar secara terpisah dalam dua berkas berbeda,  terdakwa Khairul Furqan dan Ahmad Zaini dalam satu berkas perkara sedangkan terdakwa Fauzul satu berkas perkara.

Sidang dimulai sekitar pukul 14.00.WIB dengan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Khairul Furqan dan Ahmad Zaini. setelah jeda, sidang dilanjutkan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Fauzul.

Dalam berkas tuntutan yang dibacakan oleh JPU Fitriani, adapun yang meringakan terdakwa karena mengakui kesalahannya, bersikap sopan selama proses persidangan serta terdakwa merasa menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Sementara yang memberatkan  terdakwa karena tidak mendukung pogram pemerintah tentang perlindungan satwa liar.

Di sela-sela jeda persidangan kepada awak media JPU Fitriani mengatakan, yang menjadi pertimbangan dalam tuntutan JPU, terdakwa mengakui kesalahannya dan merasa menyesal atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. “dari itu kita lebih memikirkan rasa kemanusiaan, tetapi jika kemaren mereka tidak mau mengakui pasti tinggi tuntutannya”, Ujar Fitriani SH.

Atas perbuatan terdakwa ketiganya dituntut dengan pasal yang sama, yaitu pasal 21 ayat (2) huruf b dan d, Undang Undang Republik Indonesia No 5 tahun 1990 Tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. “Karena pasal yang dilanggar itu sama”, kata Fitriani.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Khairul Furqan oleh penasehat hukumnya meminta batas waktu seminggu untuk mempersiapkan pledoi. “Sedangkan Ahmad Zaini dan Fauzul yang tidak didampingi oleh Penasehat Hukum juga diberikan hak yang sama atau batas waktu yang sama. Apakah mau meminta pengurangan hukuman baik secara lisan atau tulisan, dan bisa pikir pikir dulu dalam waktu seminggu”. Ujar Fitriani.

Atas tuntutan tersebut, menurut JPU ini termasuk tuntutan yang berat, “karena ancamannya maksimalnya 5 Tahun atau seperlima dari ancaman maksimal dan itu termasuk berat, tetapi kalau ancamannya 20 tahun, tuntutannya 1 Tahun itu yang ringan”, Ucap Fitriani kepada awak media.

Dalam kesempatan tersebut Fitriani berharap pada Hakim agar memutuskan hukuman yang seadil adilnya. “kita berharap pada Hakim semoga sependapat dengan JPU, yaitu memutuskan sesuai dengan tuntutan JPU, Pungkas Fitriani.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan Tanggal 19 November 2019 dengan agenda Pembacaan Pledoi dan pembelaan terdakwa, (TM).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita