Connect
To Top

Saksi Ahli Membuktikan Keaslian Sisik Trenggiling dengan Cara Membakar

Sisik trenggiling jika dibakar akan mengeluarkan bau sama seperti bau rambut manusia terbakar.

Tiga pemuda kembali jalani persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh atas dakwaan melakukan transaksi jual beli sisik trenggiling, Selasa (29/10/2019).

Persidangan 3 orang terdakwa yaitu Furqan, Fauzul dan  Ahmad Zaini dipimpin oleh hakim ketua Juandra SH dengan Jaksa Penuntut Umum Maulijar S.HI, SH dan Fitriani SH disidangkan secara terpisah dalam dua berkas berbeda.

Persidangan dimulai sekitar pukul  11.00.WIB dengan agenda mendengar keterangan saksi Ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak BKSDA Drh Taing Lubis.

Dalam persidangan Taing Lubis sebagai saksi ahli dalam bidang satwa menguji keaslian sisik trenggiling dengan cara membakar dengan api. Dalam persidangan Taing Lubis mengungkapkan,  sisik trenggiling jika dibakar akan mengeluarkan bau sama dengan bau rambut manusia terbakar, setelah dibuktikan maka dinyatakan sisik yang telah dijadikan barang bukti itu benar sisik trenggiling.

Usai sholat zuhur atau sekitar jam 02.00 WIB sidang dilanjutkan dengan dua terdakwa lainnya yaitu Khairul Furqan dan Ahmad Zaini dalam agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dalam persidangan sesorang anggota kepolisian yang terlibat saat penangkapan dihadirkan oleh JPU untuk memberikan keterangan di Pengadilan. Dalam keterangannya  mengungkapkan bahwa, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang bahwa akan ada transaksi satwa dilindungi di sie Hotel Banda Aceh.

Furqan ditangkap di loby Sie Hotel Banda Banda Aceh dan langsung dilakukan pengeledahan, Setelah digeledah didalam tas yang dibawa Furqan pihak polisi  menemukan sisik trenggiling dengan berat 6,3 Kg yang dibungkus dalam sebuah tas. Kemudian Furqan beserta barang bukti dibawa ke kantor Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudian Tim Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melakukan pengembangan dan mengamankan Ahmad Zaini disalah satu warung nasi  di Peunayong Banda Aceh, sementara Fauzul ditangkap di toko miliknya di Jantho Aceh Besar.

Ketiga terdakwa melanggar Pasal 21 Ayat (2) juncto Pasal 40 Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, (Tom).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita