Connect
To Top

Qanun Mukim Luteung Mampu Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

“Keinginan kami hutan dan sungai bisa dijaga masyarakat bisa sejahtera”

Ulumasen.com – Hutan dan sungai bagi masyarakat di Kecamantan Mane, Kabupaten Pidie telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam mencari nafkah atau rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga . “Keinginan kami hutan dan sungai bisa dijaga masyarakat bisa sejahtera”. demikain ucapan Mukim Luteung Sulaiman SE pada Senin (12/09/2019).

Dalam aturan qanun mukim Lutueng Kecamatan Mane, Kabupaten pidie tentang aturan adat Mukim, dimana didalamnya mengatur semua aturan termasuk aturan dalam mengelola kawasan hutan dan sungai, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan hasil hutan dan sungai dengan tata cara pengelolaan secara bijaksana tanpa merusaknya, ujar Mukim Lutueng saat ditanya tentang aturan adat mukim dalam pengelolaan kawasan Hutan Desa yang mendapat SK dari kementrian Lingkungan Hidup dan lingkungan (KLHK) pada tahun 2015 yang lalu.

Qanun Mukim Lutueng Kecamatan Mane, Pidie Nomor 1 Tahun 2012 Tentang aturan adat,  melarang keras memotong kayu dikawasan sumber yaitu sungai dan mata air dengan radius 200 Meter, jikapun dilanggar akan dikenakan sanksi adat dengan menyita alat yang digunakan dan membayar denda sesai dengan taksiran harga kayu yang dipotong.

Selain itu, di Mukim Lutueng pelarangan mengambil ikan di sepanjang sungai kawasan pemukiman Lutueng dengan menggunakan bahan kimia, seperti racun dan menggunakan arus listrik dan ini sangat efektif dalam menjaga ekosistem sungai yang berkelanjutan.

Aturan larangan mengambil ikan menggunakan bahan kimia telah berlaku semenjak di sahkannya qanun aturan adat Mukim Lutueng pada 2012, jika ada pelanggaran dalam aturan adat menyita seluruh alat yang digunakan dan wajib membayar denda sebesar 5 Juta Rupiah.

Sementara itu salah seorang warga Dusun Pante Luwah Desa Mane, Kemukiman Lutueng Kecamatan Mane, Burhan (40) yang kesehariannya mencari ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya mengungkapkan, sebelumnya orang bisa mengambil ikan dengan cara meracun dan mengkontak menggunakan arus listrik di sungai dalam kawasan mukim Lutueng, Kecamatan Mane. Ia mengakui, hal tersebut sangat merugikan bagi masyarakat sepertinya yang hanya mengandalkan jala dalam menangkap ikan di sungai, karena penggunakaan racun dan arus listrik akan mematikan bibit ikan yang lain sehingga ikan akan susah didapat.

“Selama berlakunya aturan adat qanun mukim Lutueng Kecamatan Mane tentang larangan mengambil ikan di sungai menggunakan racun dan arus listrik, ikan di daerah ini mulai ada, dan hal tersebut saya buktikan, setiap saya ke sungai untuk menjala ikan saya selalu bawa pulang ikan”, kata Burhan yang hampir 20 Tahun menghasbiskan hari-harinya di sungai untuk mencari ikan.

Ia menceritakan pekerjaan menjala ikan sisungai Mane telah dilakukan semenjak ai masih duduk dibangku Sekolah Dasar, “Selama diterapnya qanun mukim larangan meracun ikan dan menggunakan arus listrik rezeki saya betambah karena ikan di sungai mudah saya dapatkan”.

Burhan berharap, kedepan aturan adat qanun mukim yang telah disahkan berjalan seperti hari ini sehingga masyakat seperti saya yang menaruh harapan disungai bisa menafkahkan keluarganya dan seperti kita ketahui sungai merupakan penyedia sumber air bagi kehidupan kita semua. pungkas Burhan.(TM)

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita