Connect
To Top

Nekat Jual Satwa Dilindungi Melalui Facebook, Seorang Pemuda Diringkus Polisi

Ulumasen.com | Sumatera Utara — Tim gabungan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Sumut), berhasil mengamankan seorang pemuda yang nekat menjual satwa dilindungi melalui media sosial Facebook.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Rony Samtama mengatakan pihaknya besama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menangkap Arbain di rumahnya di Desa Palih Manan, Hamparan Perak, Deliserdang, Sumut, pada Rabu 8 Jaunari 2019.

Penangkapan tersebut berawal dari tim cyber patrol Polda Sumut menemukan ada grup akun Facebook yang merupakan komunitas jual beli satwa langka. Kemudian anggota melakukan komunikasi dengan pelaku, yang bersangkutan ini sebenarnya menggunakan akun palsu. Dari komunikasi ini kemudian dilakukan transaksi terhadap satwa dilindungi. Demikian ungkapan Kombes Rony Samtama dalam Konferensi Pers  di Mapolda Sumut Jumat (11/1/2019).

Pelaku enggan bertemu dengan calon pembeli satwa dilindungi secara langsung, dan hanya menggunakan jasa ojek online untuk bertransaksi. Namun, petugas mampu melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 3 ekor anak elang brontok (Nisaetus cirrhatus), 3 ekor anak kucing akar/kucing tandang (Prionailurus bengalensis) dan 3 ekor anak lutung emas/lutung budeng (Trachypithecus auratus).

Berdasarkan pengakuan tersangka dari tiga jenis satwa dilindungi tersebut, harga elang brontok dijual dengan harga Rp 300 ribu per ekor. Sedangkan lutung emas Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu. Anak kucing akar juga sama. Harga ini ditingkat lokal. Papar jelas Rony.

Berdasarkan hasil pengembangan kita ternyata pelaku bukan pertama kali melakukan kegiatan jual beli satwa langka ini. Pengakuannya sudah puluhan tapi kita harus cari kemana satwa-satwa ini dijual.

Kepada petugas petugas Arbain juga mengaku sudah enam bulan melakukan jual beli hewan dilindungi melalui Facebook dan berhasil menjual 26 satwa langka. Jumlah tersebut terdiri dari delapan ekor lutung emas, 10 ekor harimau akar, dan delapan ekor elang brontok. Satwa-satwa tersebut didapat dari masyarakat di sekitaran pesisir pantai Hamparan Perak dan dijual di wilayah Medan.  Kami masih terus telusuri untuk perburuan liar, sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ucap Rony.

Pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi menuturkan satwa-satwa yang berhasil disita dari pelaku akan dibawa ke pusat rehabilitasi satwa di Sibolangit, Deliserdang. Nantinya satwa-satwa yang masih anakan itu akan mendapat perawatan dan apabila kondisi hewan tersebut sudah membaik tidak menutup kemungkinan akan dilepasliarkan.

“Tiga jenis satwa yang berhasil di sita dari tangan pelaku semua masih bayi-bayi, kita berharap semua satwa yang disita bisa diselamatkan dan kemudian ketika sudah besar kita lepasliarkan. Ini kita selamatkan ke pusat rehabilitasi satwa di Sibolangit karena kita punya dokter hewan dengan peralatan medis yang cukup,” pungkas Hotmauli Sianturi. [aa/lt]

Sumber: voaindonesia.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita