Connect
To Top

Laju Deforestasi Sangat Berdampak pada Bencana Alam

Ulumasen.com | Banda Aceh – Kawasan Ekosistem Leuser adalah sumber air penting bagi 4 juta masyarakat Aceh. Selain itu juga berfungsi sebagai mitigasi bencana seperti banjir dan longsor. “Kita tidak ingin ke depan masyarakat Aceh dihantam oleh bencana banjir dan kekeringan yang lebih dahsyat. dalam hal ini, HAkA dan FKL mendesak pemerintah dan para penegak hukum untuk lebih serius melindungi kawasan hutan dan menghukum para pelaku aktivitas kehutanan ilegal. Hutan yang sudah rusak harus segera dilakukan restorasi secara masif.

Demikian ungkapan Agung Dwinurcahya dalam konfrensi Pers yang digelar Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) di Oasis Hotel Beberapa waktu lalu.

Agung menuturkan, laju deforestasi sangat berdampak pada bencana alam,  Di Aceh tingkat bencana banjir dan tanah longsor serta kekeringan semakin tinggi. Jika ditinjau dari batas Daerah Aliran Sungai (DAS), deforestasi tertinggi di tahun 2018 terjadi di DAS Singkil, sedangkan Alas sebesar 2,726 Hektar. DAS Alas meliputi Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Singkil hingga ke Sumatera Utara.

“Jika dianalisis berdasarkan Batas Fungsi Kawasan Hutan SK KemenLHK No. 103 Tahun 2015, Setelah APL, Kawasan Hutan yang mengalami deforestasi tertinggi adalah Hutan Lindung yang mencapai  3.577 hektar, kemudian Hutan Produksi sebesar 2.728 hektar, dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) 807 hektar”, sebut Agung.

Agung melanjutkan, sepanjang tahun 2018, 10 kasus bencana banjir terjadi di DAS Alas, angka ini yang tertinggi dibanding DAS Iainnya. DAS Peusangan juga mengalami kerusakan parah, dengan angka deforestasi sebesar 1,248 Hektar. Batas DAS Peusangan meliputi Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tengah, diamana sebanyak 6 Kecamatan terdampak banjir dan 3 kecamatan terdampak kekeringan sepanjjang tahun 2018, pungkas Agung, (TM).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita