Connect
To Top

Jual 3,5 Kg Sisik Trenggiling, Husaini Divonis 2,6 Tahun Penjara

Dalam amar putusan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan memperniagakan,  Menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi.  Sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Bireuen- Husaini. SP Bin Hasballah (61), Warga Gampong Pulo Baro, Tangse, Pidie, divonis 2 Tahun 6 Bulan kurungan penjara dan denda Rp 50 Juta, subsidair tiga bulan oleh mejelis Hakim Pengadilan Negeri Bireuen. Husaini dinyatakan  terbukti bersalah melakukan tindak pidana memperdagangkan atau bertransaksi sisik trenggiling yang merupakan satwa dilindungi. Selasa (22/10/2019).

Sidang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai, Zufida Hanum, SH, MH didampingi dua hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Rahma  Novatiana SH dengan Jaksa, Ronald Regianto, SH dengan agenda pembacaan vonis terhadap terdakwa.

Putusan 2 tahun 6 Bulan penjara dan denda Rp 50 Juta atua ditambah 3 bulan kurungan dijatuhkan majelis hakim lebih rendah enam bulan dari pada tuntutan JPU yaitu 3 tahun penjara serta denda Rp 50 Juta, subsidair  3 bulan penjara dalam sidang sebelumnya.

Dalam amar putusan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan memperniagakan,  Menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi.  Sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berkaitan dengan vonis tersebut, baik terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir-pikir.

Seperti terungkap dalam dakwaan sebelumnya, terdakwa, SP Husaini, ditangkap  7 Juli 2019, sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu terdakwa berangkat dari rumahnya menumpang angkutan L300 menuju ke Kota Mini Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Selanjutnya, pukul 22.00 WIB, mengganti mobil dengan menumpang Bus Putra Pelangi Perkasa, menuju Medan, Sumatera Utara untuk menjual sisik trenggiling kepada Udin.

Namun, na’as bagi Husaini, karena sekitar pukul 23.45 WIB, Bus Putra Pelangi Perkasa yang ditumpangi terdakwa dihentikan oleh polisi dari Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh di kawasan jalan Banda Aceh–Medan tepatnya di Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, setelah digeledah ditemukan  sisik trenggiling dengan berat 3,5 Kg yang dibungkus karung goni dan dimasukkan dalam kardus kotak air mineral.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita