Connect
To Top

Tiga Terdakwa Kasus Penjualan Sisik Trenggiling Terancam 5 Tahun Penjara, JPU: Terbukti Bersalah

kedua terdakwa Kharul Furqan dan Ahmad Zaini telah terbukti bersalah karena melakukan jual beli satwa dilindungi yaitu sisik trenggiling, walau belum menerima uang, hal tersebut terungkap dalam persidangan dalam agenda pemeriksaan terdakwa.

Ulumasen.com | Banda Aceh,- Tiga pemuda yang didakwa melakukan jual beli sisik trenggiling terbukti bersalah pada persidangan dalam agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Ketiga pelaku yang didakwa tersebut yaitu Kahirul Furqan, Muhammad Zaini, dan Fauzul. Rabu, (06/11/2019).

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Juandra SH dan dua wakil majelis Hakim Nanik SH dan Sadri SH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maulidar S.HI, SH dan Fitriani SH digelar secara terpisah dalam dua berkas berbeda.

Persidangan dimulai dengan memeriksa Fauzul, Fauzul mengakui benar ia menelpon Muhammad Zaini menawarkan seekor Trenggiling dalam keadaan hidup dengan berat 5 Kg, akan tetapi trenggiling yang dijualnya bukan miliknya melainkan milik Meri yang sekarang menjadi DPO. Fauzul mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya, sebelumnya ia tidak mengetahui bahwa satwa tersebut dilindugi.

Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan Muhammad Zaini dan Khairul Furqan, keduanya juga mengakui kesalahan dan merasa menyesal.

Usai persidangan JPU Fitriani SH mengungkapkan bahwa saat dilakukan penangkapan oleh Polresta Banda Aceh pada 19 Agustus lalu di Loby Sie Hotel Furqan tidak mengakui bahwa yang dibawanya merupakan sisik trenggiling, kepada polisi mulanya furqan mengatakan sisik ikan.

Fitriani menuturkan, menurut tim JPU, kedua terdakwa yaitu Kharul Furqan dan Ahmad Zaini  telah terbukti bersalah karena melakukan jual beli satwa dilindungi yaitu sisik trenggilng, walau belum menerima uang, hal tersebut terungkap dalam persidangan dalam agenda pemeriksaan terdakwa.

Fitriani melanjutkan terbuktinya terdakwa Khairul Fuqan mulai saat memesan sisik trenggilig pertama dari terdakwa Ahmad Zaini, “Furqan bertanya kepada Zaini berapa kilo, saudara Zaini menjawab 3 kilo dan terdakwa Furqan menanyakan kembali ­­­ kepada Zaini, apa ada tambahan barang?, berarti ia pingin lebih dari itu, untuk apa?. Ujar Fitriani dalam wawancara usai persidangan.

Fitriani juga mengungkapkan dalam fakta persidangan atas pengakuan Furqan, mulanya furqan ­mengaku yang memesan sisik trenggiling atas nama Agus, Agus menghubungi Furqan hendak membeli sisik trenggiling untuk kebutuhan obat karena mamaknya sedang sakit, “kan tak mungkin sisik trengiling seberat 6 Kg untuk dijadikan obat”, kata Firtiani.

Fitriani menjelaskan dalam berkas perkara tidak ada pengembangan itu, di BAP juga tidak keluar nama Agus, baru kali ini keluar nama Agus, hanya difakta pengadilan. “Keterangan saudara Furqan pertama pesan sisik trenggiling pada dirinya bernama Agus tapi dalam berkas tidak ada cerita itu, dalam berkas perkara hanya deal dengan si Koko di Sie Hotel Kuta Alam Banda Aceh”, tegas Fitriani.

Fitriani juga menyinggung dalam persidangan kedua terdakwa Furqan dan Ahmad Zaini mengakui baru pertama kali melakukan jual beli sisik trengling. “Namun itu terserah dia,  maunya kita jujur tetapi yang tampak dalam persidangan, tetap bungkam dan tidak mau mengakui dan pengakuan keduanya baru pertama kali”, Ujar Ftirani SH.

Terkait tuntunan JPU, Fitriani mengatakan dalam kasus ini satu berkas yang terlibat dua terdakwa, tuntutannya bisa jadi sama bisa jadi beda. hal itu atas pertimbangkan dari jawaban terdakwa di Pengadilan. “Kita lihat jawaban terdakwa jujur apa tidak, sikapnya di pengadilan bagaimana dan itu akan mempengaruhi tuntutan kita”, Ujar Fitriani.

JPU Fitriani menambahkan dalam perkara ini yang terlibat 3 orang terdakwa dalam dua berkas berbeda hanya terdakwa Khairul Furqan yang didampingi oleh penasehat hukum atau pengacara, walau satu berkas perkara dengan Ahmad Zaini, akan tetapi Ahmad Zaini tidak didampingi oleh penasehat hukum. “Hanya saudara Khairul Furqan saja yang didampingi oleh pengacara”, tegas Fitriani.

Kendati demikian, setelah dikalukanya pemeriksaan terhadap semua terdakwa, ketiga terdakwa terbukti bersalah, “dari keterangan saksi sudah mendukung, terdakwa telah mengakui bahwa dirinya bersalah. Kenapa?, karena menjual sisik trenggiling, walaupun uangnya belum diterima tapi telah dial. Ujar Fitriani lagi.

Atas Kasus ini terdakwa melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancama hukuman maksimal 5 Tahun Penjara dan Denda 100 Juta dan subside paling lama 1 tahun, pungkas JPU Fitriani SH.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita