Connect
To Top

Hutan Terus Dirambah Jika Manusia Hidup dalam Kemiskinan dan Kelaparan

Ulumasen.com | Opini – Saat ini hutan di seluruh dunia mengalami penyusutan seiring laju pertumbuhan penduduk dunia atau populasi global. Diperkirakan pada tahun 2050 populasi global mencapai angka 9 Milyar sehingga akan berakibat perluasan lahan akan terjadi untuk produksi pangan kebutuhan penduduk bumi.

Hutan yang merupakan aspek penting dan menjadi sebuah bentuk pengamanan mencegah terjadinya kelaparan bagi umat manusia atas tekanan ekonomi dan perubahan iklim, akan tetapi kemampuan tersebut terancam akibat praktek dan kegiatan manusia di dalam kawasan hutan, pengalihan fungsi lahan menjadi perkebunan, illegal loging dan perambahan hutan terus terjadi di setiap hutan di Dunia, belum lagi masalah energy dunia yang kian berkurang dan menipis.

Hutan tak akan bertahan jika manusia hidup dalam kemiskinan dan kelaparan, jika hal tersebut tidak mampu kita atasi maka orang-orang akan berupaya dalam segala hal untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk memotong kayu dalam kawasan hutan dan memperluas lahan perkebunan sedikit demi sedikit yang kian masuk dalam kawasan hutan, dan itu telah terjadi dalam masyarakat Indonesia.

Tanpa kita sadari peran hutan dalam menyediakan berbagai kebutuhan manusia secara gratis seperti menyediakan air bersih, jasa lingkungan serta penyedia oksigen atau udara bersih untuk kehidupan manusia, semua itu kadang terlupakan atas alasan ekonomi dan kebutuhan perut manusia.

Banyak lembaga peduli lingkungan dan pemerintah maupun secara personal melarang perambahan hutan dan pembukaan lahan dalam kawasan hutan, serta dalam berbagai bentuk kampanye lingkungan, namun jika masalah kemiskinan tidak dapat diatasi dan kelaparan terus terjadi maka semua itu hanya sia-sia belaka, jangan harap hutan akan tersisa untuk generasi selanjutnya.

Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberantas kemiskinan, terciptanya kesejahteraan masyarakat dengan membuka lapangan kerja bagi masyarakat kelas menengah kebawah atau dengan pemberdayaan sumberdaya manusia sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat itu yang mungkin mampu mencegah rusaknya hutan, atau setidaknya mampu memperlambat kerusakan hutan itu sendiri.

Akan tetapi kenyataan yang ada pemerintah terkesan mendorong praktek pembukaan lahan perkebunan oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit dengan dalih pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Belum lagi masalah konflik satwa dengan manusia terus terjadi di berbagai daerah di Indonesa Aceh khususnya karena habitatnya mulai terusik atas berbagai aktifitas manusia dalam kawasan hutan.

Semua itu menjadi tanggung jawab kita bersama tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja bagi kita untuk melakukan hal yang positif demi menyelamatkan hutan dan mengakhiri konflik manusia dengan satwa sehigga hutan terselamatkan. dibalik itu Pogram pemberantas kemiskinan demi tercapainya rakyat sejahtera mungkin menjadi salah satu kunci kemenangan dan keselamatan kawasan hutan di Indonesia khususnya dunia pada umumnya, (TM).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosial