Connect
To Top

FKL dan HAKA Berhasil Sita 834 Jerat dalam Kawasan Hutan

Ulumasen.com | Banda Aceh – Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) berhasil menyita 834 Perangkap atau jerat dalam kawasan Hutan Aceh melalui monitoring dan patroli tim di lapangan yang dilakukan sepanjang 2018.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dedy dalam konfrensi Pers dalam Konferensi Pers HAkA & FKL di Oasis Hotel Banda Aceh Rabu, (23/01/2019).

Dedi mengatakan bahwa tim FKL melakukan pemantauan aktivitas Ilegal melalui monitoring dan patroli tim di lapangan paling kurang 15 had setiap bulannya.

Dedy melanjutkan, tim lapangan FKL juga menemukan bahwa aktivitas kehutanan ilegal paling banyak ditemukan di dalam hutan lindung, kemudian hutan produksi, dan TNGL.

Selain aktifitas illegal sebut Dedy, HAKA juga memantau titik api dan bencana alam yang terjadi selama tahun 2018, jumlah titik Api di Aceh menggunakan sensor MODIS dan VIIRS. Sepanjang tahun 2018, jumlah titik api yang terdeteksi oleh sensor MODIS sebanyak 482 titik dan sensor VIIRS sebanyak 3.128 titik. Kabupaten tertinggi yang terdapat titik api adalah Kabupaten Gayo Lues dengan 352 titik dari sensor VIIRS dan 83 dari sensor MODIS, Pungkas Dedy, (TM).

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita