Connect
To Top

FFI dan Pemerintah Wujudkan Pogram Strategi Pembangunan Rendah Emisi Terpadu untuk Aceh

Banda Aceh | Ulumasen.com – Pemerintah Aceh memiliki komitment kuat dalam upaya mempertahan tutupan hutan alam tropis, mendorong perbaikan tata kelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan menjamin keberpihakan pengelolaannya bagi masyarakat. Dalam mewujudkan komitmen sebagai upaya responsive dalam pengendalian dan penanggulangan dampak perubahan iklim di tingkat sub-nasional diwujudkan salah satunya dengan mengambil peran strategis di tingkat internasional dengan menjadi inisiator (pendiri) gugus tugas para Gubernur di dunia yang peduli hutan dan perubahan iklim tergabung dalam entitas GCF.

Hal tersebut diungkapkan oleh Program Manager Fauna & Flora International (FFI) Aceh Dewa Gumai dalam Pertemuan strategis para pihak (Kick Off Meeting) Proyek Strategi Pembangunan Rendah Emisi Terpadu untuk Aceh atau “An Integrated Low Emission Development Strategy for Aceh” (ILEDSA) di ruang Rapat Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh pada Kamis, (04/04/2019).

Acara yang dihadiri oleh berbagai LSM Lingkungan dan pihak pemerintah, swasta, mahasiswa dan akademisi serta perwakilan masyarakat, Dewa Gumai mengungkapkan Pemerintah Aceh menunjuk Fauna & Flora International (FFI) – Indonesia Program sebagai mitra Pemerintah Aceh untuk mengembangkan ide serta gagasan yang ditujukan untuk mendukung visi dan misi pemerintah Aceh terkait perubahan iklim dan tata kelola hutan di Aceh, melalui rangkaian aktifitas dalam kerangka kerja “An Integrated Low Emission Development Strategy for Aceh”.

Gagasan inti kegiatan ini berhubungan erat dengan program Pemerintah Aceh. Kata Dewa,  Kaitan langsungnya ada pada gugus nomor 13 dari program Aceh Hebat yaitu, Aceh Green.  Secara mendalam program ini juga menjadi bagian pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan, upaya mewujudkan rencana pertumbuhan hijau, sebagai bagian dari langkah strategis mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sebagai bagian dari cara dan upaya membangun pemulihan spesies kunci terancam punah dan pencegahan degradasi dan deforestasi.

Dewa Gumai menjelaskan, Pada tahun 2008, Sembilan Gubernur dari perwakilan Negara Brazil, Amerika, Indonesia menandatangani MoU bersama  tentang kerjasama iklim dan hutan yang kemudian menghasilkan gugus tugas gubernur atau yang dikenal dengan Governors’ Climate and Forest Task Force.  Gugus tugas tersebut dirancang untuk menjawab persoalan iklim dan hutan yang dihadapi dunia melalui pendekatan-pendekatan yurisdiksi untuk pembangunan rendah emisi salah satunya dengan mengurangi emisi yang bersumber dari deforestasi dan dgradasi hutan.  Hingga dengan saat ini, keanggotaan GCF telah mencapai 38 yurisdiksi.  Di Indonesia, yurisdiksi tersebut tersebar pada wilayah-wilayah diantaranya Aceh, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Papua Barat, Papua.

Dalam hal tersebut, anggota GCF setiap tahun melakukan pertemuan koordinasi, baik evaluasi dan berbagi pembelajaran baik tentang implementasi pembangunan rendah emisi di wilayahnya.  Selain itu, kata Dewa, pertemuan-pertemuan anggota GCF juga menghasilkan rumusan-rumusan penting yang sekaligus rumusan strategis untuk menjalankan mandate dari pertemuan dan komitmen sebelumnya.

“Deklarasi Rio Branco adalah mandate dan komitment yang hingga saat ini secara fokus akan diimplementasikan oleh seluruh anggota GCF.  GCF juga memiliki komitment strategis yang hendak dicapai diantaranya mengurangi 80% deforestasi hingga 2020 (unconditional)”, ujar Dewa Gumai.

Untuk mendukung anggota GCF menjalankan komitmen dan mandate tersebut, maka GCF juga melakukan upaya dukungan pendanaan bagi anggota-anggota GCF.  Melalui dukungan pendanaan maka diharapkan anggota-anggota GCF dapat menerapkan kebijakan dan tindakan yang konsisten pada skala yurisdiksi untuk mengurangi kerusakan hutan,

Dewa melanjutkan, Selain itu anggota GCF juga melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan untuk meningkatkan tata kelola hutan, menunjukkan pendekatan inovatif di tingkat desa, memperkuat koordinasi dan harmonisasi secara nasional, meningkatkan keterlibatan antara pemerintah, masyarakat sipil, masyarakat adat dan sector pihak swasta. Dukungan tersebut juga dalam rangka mendorong anggota untuk mampu mengakses berbagai mekanisme keuangan termasuk yang terkait dengan pembayaran berbasis kinerja.

Pada tahun 2016, untuk mendukung pendanaan bagi anggota GCF maka GCF Fund yang telah memiliki komitmen pendanaan dari Pemerintah Norway, mendistribusikan pendanaan tersebut kepada anggota melalui Call Proposal bagi anggota GCF dan mitra kerja di tingkat yurisdiksi untuk merumuskan serta mimplementasikan aktifitas yang dibutuhkan dalam menjalankan komitmen sebagimana tertuang dalam RBD.

Proposal yang diajukan oleh Pemerintah Aceh dengan tajuk Strategi Pembangunan Rendah Emisi Terpadu untuk Aceh atau (An Integrated Low Emission Development Strategy for Aceh) telah diterima dan akan didanai dengan durasi project selama delapan belas bulan dimulai sejak Januari 2019 hingga Oktober 2020. Dalam rangka memulai implementasi project tersebut maka Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh bersama Fauna & Flora International Aceh Program sebagai mitra pelaksana bermaksud melaksanakan pertemuan para pihak strategis.

Pertemuan para pihak strategis dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada para pihak, sekaligus menentukan peran serta penyusunan tahapan skema pelaksanaan program.

Pertemuan para pihak sratrategis juga bertujuan untuk  Menginformasikan kepada para pihak strategis tentang maksud dan tujuan program An Integrated Low Emission Developmen Strategy for Aceh dan  Dengan diinformasikannya program ini, para pihak dapat menentukan peran dan tanggungjawab serta komitment yang kuat untuk terlibat dan mendukung pelaksanaan program ini untuk  Pencapaian tujuan dari pelaksanaan program ini yang merupakan bagian dari strategi pembangunan pemerintah Aceh sehingga pertemuan ini juga diperuntukkan untuk menggali sebesar-besarnya potensi dan daya dukung para pihak untuk terlibat dan berpartisipasi secara aktif.(TM)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita