Connect
To Top

Diperkirakan 8 Juta Ton Limbah Plastik di Buang ke Laut Setiap Tahun

Keadaan lingkungan semakin hari semakin tercamar, sampah plastik berserakan dimana-mana baik di darat maupun di sungai tak kecuali di lautan yang tidak dihuni oleh manusia. hal itu berdampak buruk bagi kehidupan mahluk hidup di bumi, baik hewan air hewan darat maupun manusia yang menjadi pelaku pencemaran itu sendiri.

Kita semua tahu bahwa sampah menyebabkan hal yang buruk bagi kehidupan mahluk hidup. Akan tetapi sebuah pengetahuan yang tidak menjadi pedoman dalam hidup akan berdampak buruk bagi kita sendiri.

Pada Desember 2017 Pogram lingkungan Hidup PBB mengeluar sebuah pernyataan hasil penelitain yang bahwa, secara global terdapat 8 Juta Ton botol plastik dan kemasan dan limbah lainnya di buang ke laut setiap tahun. Sampah di laut membunuh kehidupan laut dan mamasuki rantai makanan manusia.

Bertepatan di hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018, Word Health Organisasi atau organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengejutkan bangsa kita yaitu “Indonesia Pencemar Laut terbesar ke 2 di Dunia setelah Tiongkok”, itu bukanlah prestasi yang baik bagi Indonesia, melainkan rapor terburuk sepanjang Sejarah bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, dalam laporan WHO menunjukkan, Indonesia memproduksi sampah 187, 2 juta Ton sampah plastik setiap tahunnya.

Tidak hanya Indonesia dan Tiongkok yang menjadi negara pencamaran terbesar di dunia, berbagai negara di Asia tidak luput dari penelitian pihak WHO. India yang terdapat sungai yang dianggap paling suci di negara tersebut namun sungai Yamana termasuk sungai yang paling tercemar di India. Selain itu Manila dan Filipina yang terdapat sungai Pasig juga termasuk sungai tercemar menurut WHO, namun sungai Pasig masih menjadi sungai yang pupuler untuk pemandian anak-anak dan warga.

Menurut para peneli, di tahun 2050 kemungkinan lebih banyak plastik dari pada ikan di laut, secara tidak langsung manusia mengkonsumsi pertikel plastik yang dilapisi bakteri alga, karena plastik menjadi makanan ikan-ikan di laut. Dan itu berita buruk bagi kesehatan manusia.

Sebagai warga negara Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam, baik itu alam laut dan darat sepatutnya kita bangga, akan tetapi bagaimana komentar dan tanggapan kita selaku warga negara Indonesia mendengar hasil penelitian WHO yang meyebutkan Indonesia Negara kedua paling tercemar laut di Dunia setelah Tiongkok. itu menjadi sejarah terburuk bidang lingkungan bagi bangsa Indonesia sepenjang sejarah.

Di seluruh negara di dunia, plastik menjadi bahan andalan untuk kemasan berbagai produk dan peralatan. Dibalik itu aktivis lingkungan di berbagai negara berupaya mendorong masyarakat agar lebih sedikit menggunakan plastik dan memperkenalkan bahan yang bisa digunakan ulang sebagai pengganti plastik serta melakukan berbagai pogram daur ulang, hal tersebut bertujuan tidak lain untuk mengurangi pencemaran limbah plastik di bumi. Pertanyaannya adalah apa kita masih berdiam diri menyaksikan keadaan buruk terus terjadi?.

Di sekitar lingkungan kita mungkin sangat sering kita saksikan sampah pastik berserakan bahkan sampai menimbulkan bau tak sedap, akan tetapi semua itu bisa kita hindari dengan menumbuhkan aksi sadar lingkungan mulai hari ini.

Dalam hal ini, mari kita secara bersama-sama untuk mengurangi pencemaran limbah plastik dengan membudayakan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan berbagai aksi nyata sehingga membuat orang-orang sadar bahwa sampah tidak hanya merugikan kesehatan kita sendiri malainkan dapat merusak alam dan lingkungan serta dapat membunuh berbagai jenis hewan di alam, baik di darat maupun di laut. Lakukan apapun sekecil apapun dalam bentuk apapun untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di bumi. Karena bumi milik kita, mari kita selamatkan bumi dari sampah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Polutan