Connect
To Top

Daftar Satwa Dilindungi yang Sering Diperdagangkan Secara Ilegal

Berikut daftar satwa dan bagian atau potong tubuh satwa dilindungi yang sering diperdagangkan secara ilegal.

Perdagangan Satwa dilindungi semakin merak terjadi di berbagai wilayah di Indesia, tidak hanya di Indonesia hal tersebut terjadi di hampir semua negara di Dunia dan tidak ada satupun negara yang mampu membendung aktifitas jual beli satwa dilindungi.

Di Indonesia berbagai jenis satwa dan potongan bagian tubuh satwa dilindungi diperdagangkan di pasar illegal dengan harga fantastis, berbagai modus operandi dilakukan untuk menghindari pihak berwajib. Namun tak sedikit juga mampu dibongkar oleh pihak kepolisian dan pihak bea cukai.

Berikut daftar satwa dan bagian atau potong tubuh satwa dilindungi yang sering diperdagangkan secara ilegal.

  1. Kakatua jambul kuning (Jamkun)
  2. kakatua jambul orange (Kakatua Seram)
  3. Rangkong badak
  4. Rangkong gading
  5. Nuri
  6. Kakatua raja
  7. King cendrawasih
  8. Orangutan
  9. Harimau sumatera mati
  10. Anak Harimau Sumatera (anakan-hidup)
  11. Kulit Harimau sumatera (kulit utuh)
  12. Taring Harimau sumatera
  13. Kuku Harimau sumatera
  14. Trenggiling hidup)
  15. Sisik Trenggiling
  16. Daging Trenggiling
  17. Beruang madu hidup
  18. Kuku Beruang madu
  19. Taring Beruang madu
  20. Gading Gajah
  21. Gigi Gajah
  22. Pipa Rokok dari Gading Gajah atau Caling
  23. Pipa rokok dari taring duyung
  24. Siamang
  25. Owa jawa
  26. Elang jawa
  27. Elang bondol
  28. Alap alap Tikus
  29. Elang brontok
  30. Elang hitam
  31. Binturong
  32. Landak
  33. Geliga landak
  34. Kucing hutan (Macan akar)
  35. Linsang

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 5  Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 Ayat (2) telah disebutkan:

Setiap orang dilarang untuk :

  1. menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;
  2. menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;
  3. mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
  4. memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
  5. mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dillindungi.

Jika ada yang melanggar maka akan dikenakan Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 5  Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

(2).  Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flora